Aktivitas Jalan Cepat dan Renang
A. Aktivitas Pembelajaran Atletik
melalui Jalan Cepat
Jalan cepat adalah gerak maju dengan
melangkahkan kaki tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Olahraga jalan
cepat meskipun dilakukan dengan cepat, tapi bukan berarti berlari.
Karakteristik dan peraturan jalan cepat adalah dalam satu langkah, di mana satu
kaki harus berada di tanah sebelum kaki satunya diangkat dari tanah.
Jalan Cepat merupakan salah satu
olahraga yang muncur dari kebudayaan Ingris yaitu dengan berjalan kaki jarak
jauh yang disebu dengan pedestrianism. Pada abad ke 19, jalan cepat
atau racewalking menjadi olahraga yang cukup populer diseluruh dunia. Olahraga
ini sama populernya dengan balap kuda / pacuan kuda.
Jalan Cepat dan pacuan kuda memiliki
satu kesamaan, yaitu taruhan. Apa yang membuat balapan ini menarik untuk
ditempatkan pada taruhan adalah bahwa pembalap akan menderita melalui balapan
yang akan berlangsung selama beberapa hari. Perlombaan yang khas saat ini akan
terdiri dari pembalap yang mencoba berjalan 100 mil dalam waktu kurang dari 24
jam. Pembalap lain akan bertahan lebih dari 40 hari, dimana pembalap akan
mencoba berjalan satu mil setiap jamnya.
Perlombaan ini akhirnya menjadi
bagian dari Olimpiade. Pada tahun 1908, lomba jalan cepat menjadi salah satu
pertandingan Olimpiade untuk pria, dan butuh waktu 84 tahun lagi bagi wanita
untuk dapat berpartisipasi dalam perlombaan Olimpiade ini. Beberapa pejalan
kaki yang paling berkesan dalam sejarah adalah Ken Matthews, yang
memenangkan acara sepanjang 20 kilometer di Olimpiade 1960, dan Don
Thompson yang memenangkan perlombaan Olimpiade 1964 yang berjalan
sejauh 50 kilometer.
Sejak 2003, IAAF telah
menyelenggarakan IAAF Race Walking Challenge , sebuah
seri kompetisi tahunan di seluruh dunia di mana atlit elit mengumpulkan poin
untuk hak 200.000 USD . Rangkaian acara televisi berlangsung di beberapa negara
setiap tahun termasuk Meksiko, Spanyol, Rusia dan China
a. Aktivitas Pembelajaran Gerak
Spesifik Jalan Cepat
Pembelajaran untuk jalan cepat
terdiri atas pembelajaran Teknik serta pembelajaran kekuatan, kecepatan, dan
stamina. Jalan cepat menempuh jarak tertentu dilakukan sambilmemperhatikan
secara terus menerus kontak kaki dengan tanah, gerak lengan, dan kerja pinggan
secara aktif.
B. Aktivitas Renang

Renang
merupakan jenis olahraga yang melombakan kecepatan sang atlet dalam berenang.
Mengenai peraturan perlombaan renang sudah ditetapkan oleh badan dunia yang
bernama FINA.
Sedangkan PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) merupakan
induk organisasi dari cabang olahraga renang di Indonesia. Kegiatan berenang
ini ada yang dilakukan di kolam renang indoor maupun outdoor.
Gaya renang yang sering diperlombakan adalah gaya dada,
gaya bebas, gaya kupu-kupu, dan gaya punggung. Perenang yang dinyatakan menang
dalam perlombaan adalah yang mampu menyelesaikan jarak lintasan paling cepat.
Jika menang dalam babak penyisihan akan maju ke babak semifinal baru setelah
itu maju ke babak final.
1. Sejarah Renang di Indonesia
Olahraga renang di Indonesia telah
ada sejak tahun 1904, namun pada waktu itu hanya dikenal oleh orang-orang kulit
putih (bangsa Belanda) dan orang-orang berada saja. Oleh sebab itu olahraga
renang pada waktu itu tidak banyak diketahui oleh masyarakat kita, lebih-lebih
lagi mengenai bagaimana cara melakukan renang yang baik dan benar.
Kolam renang yang pertama kali
didirikan di Indonesia adalah di Cihampelas Bandung tahun 1904. Pada tahun 1917
di Indonesia didirikan perserikatan dengan nama: Bandoengse Zwembond dan pada
tahun 1951 didirikan Persatuan Berenang Seluruh Indonesia, dengan nama
singkatan PBSI.
Nama PBSI pada tahun 1956 diubah
namanya menjadi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) dan singkatan nama
ini digunakan sampai sekarang. Maksud dari penggantian nama singkatan olahraga
renang ini yaitu agar tidak sama dengan nama Persatuan Bulutangkis Seluruh
Indonesia (PBSI).
2. Macam-Macam Gaya Renang
a)
Gaya Bebas

Gaya bebas (bahasa Inggris: free
swim) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua
belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan
mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian "dicambukkan"
naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah
menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan keluar
dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu
mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan.
Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang
bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Tidak seperti halnya gaya
punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA)
tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas.
Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung,
atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang
"gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir
secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya
krol identik dengan gaya bebas.
b)
Gaya Punggung

Gaya punggung adalah berenang dengan
posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa
dengan gaya bebas, tetapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua
belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan
mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau
membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berenang gaya punggung,
posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak
bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi
kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Berbeda dari sikap start perenang
gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start,
perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam.
Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi
pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua
belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang
yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade
Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan
setelah gaya bebas.
c)
Gaya Dada

Gaya dada atau gaya katak adalah
berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya
bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke
arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan
dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke
depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya
katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu
kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.Gaya dada merupakan
gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan
kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran
berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas.
d)
Gaya Kupu-Kupu

Gaya kupu-kupu (bahasa Inggris:
butterfly stroke) adalah salah satu dari gaya renang yang diperlombakan dalam
Olimpiade dan lomba-lomba resmi yang lain. Karena gerakan kakinya, gaya ini
juga dikenal sebagai gaya lumba-lumba atau dolphin.
Dibandingkan gaya renang lainnya,
berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Kecepatan
renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan,
dikombinasi dengan dorongan kaki bersamaan. Ketepatan irama sangat penting
dalam akselerasi gerakan ini.
Gaya kupu-kupu adalah gaya renang
terbaru dalam pertandingan renang dan menurut sejarahnya merupakan variasi dari
gaya dada. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada
tahun 1933.
Gaya ini merupakan turunan dari gaya
dada/gaya katak. Dengan posisi dada menghadap ke bawah, kedua belah lengan
secara bersamaan ditekan ke bawah, lalu ke belakang, dan digerakkan ke arah
luar sebelum diayunkan ke depan di atas permukaan air. Pada saat tarikan tangan
ke belakang, kedua belah kaki secara bersamaan menekan ke bawah. Gerakan kaki
dan tangan ini dilakukan untuk mendorong badan bergerak ke depan (atau ke atas
permukaan air untuk mengambil nafas). Pada saat kepala masuk kembali ke dalam
air, tangan mengikuti masuk, dan kaki kembali menekan ke bawah. Gerakan kaki
naik-turun menyerupai gerakan sirip ekor lumba-lumba. Udara dihembuskan
kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara
dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Berbeda dari gaya lainnya yang umumnya mudah
dikuasai, perenang pemula memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari
koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula
juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari.
Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya
kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang

Komentar
Posting Komentar